Cerita Rakyat Asal Usul Banyuwangi

Cerita RakyatCerita rakyat asal usul Banyuwangi dimulai zaman dahulu di kerajaan yang dipimpin Raja Banterang yang adil dan bijaksana. Saat raja berburu dan mengejar seekor kijang dia melihat gadis cantik di pinggir sungai. Gadis itu pun menyebutkan namanya yaitu Surati dan berasal dari kerajaan Klungkung. Dia melarikan diri dari musuh. Raja pun menikah dengannya. Suatu hari seorang lelaki berpakaian compang-camping yang ternyata kakak kandung Surati yaitu Rupaksa mendatangi Surati. Rupaksa mengatakan bahwa suaminya adalah orang yang membunuh ayahnya dan mengajak Surati kerjasama untuk balas dendam. Namun Surati menolaknya walau Rupaksa terus memaksa. Dia sangat marah pada adiknya. Sebelum pergi dia melepas ikat kepalanya dan memberikannya pada Surati. Dia memintanya untuk menyimpannya di bawah ranjang.

Kelanjutan Cerita Rakyat Asal Usul Banyuwangi

Raja Banterang yang sedang berburu bertemu dengan laki-laki berpakaian compang-camping yang mengatakan bahwa Raja dalam bahaya. Istri raja dan orang suruhan berencana membunuh Raja. Raja Banterang tentu sangat terkejut dan menanyakan apa buktinya. Laki-laki itu mengatakan agar sang Raja mencari ikat kepala di bawah ranjang istrinya. Itu merupakan milik orang suruhan istrinya. Cerita rakyat berlanjut dengan keraguan Raja Banterang namun dia tetap mencarinya. Ternyata memang benar ditemukan sehelai ikat kepala di bawah ranjang Surati. Raja marah mengira istrinya benar-benar berencana untuk membunuhnya.

Surati menyatakan tak mengerti apa maksudnya. Lalu Raja Banterang menjelaskan bahwa dia diberitahu oleh seorang lelaki berpakaian compang-camping di hutan. Surati menjelaskan bahwa itu adalah kakaknya, Rupaksa dan dia juga menjelaskan keinginan Rupaksa. Namun Raja Banterang yang sudah emosi tak mempercayai istrinya. Surati pun berlari ke pinggir air terjun diikuti oleh Raja Banterang. Surati mengatakan akan melompat ke air terjun itu. Bila air terjun berubah jernih dan wangi berarti dia tak bersalah. Namun bila air berubah keruh dan berbau busuk maka memang dirinya bersalah. Setelah terjun tak lama air menjadi jernih dan wangi. Cerita rakyat ini diakhiri dengan penyesalan Raja Banterang yang tak pernah bertemu Surati lagi. Tempat itu pun disebut Banyuwangi yang berarti air yang harum.

Related posts:

admin