gazebo_baduy-750x424
Berita

Perbedaan Dua Istilah SILPA dan Penggunaannya Secara Tepat

gazebo_baduy-750x424

Pada pemerintahan demokrasi di Indonesia, pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengatur pemerintahannya sendiri. Pemerintahan daerah otonom pada pemerintahan daerah ini memungkinkan aparatus daerah dan desa untuk mengatur anggaran, peraturan, dan ketetapan daerahnya sendiri. Meskipun masih berada di bawah pengawasan pemerintah pusat. SiLPA yang merupakan dana sisa dari perhitungan anggaran, banyak disalah masukan oleh pemerintah sebagai dana PAD atau Pendapatan Asli Daerah.

Perbedaan SILPA Dan SILPA Yang Tepat

SiLPA yang merupakan singkatan dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran berbeda dengan SILPA yang merupakan singkatan dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan. Sisa anggaran merupakan dana sisa dari anggaran tahun sebelumnya yang tertulis pada APBD tahun berkenaan. Jika pada perhitungan anggaran akhir tahun ternyata terdapat perhitungan yang lebih, maka akan dimasukkan ke dalam APBD dan dapat digunakan untuk anggaran tahun berikutnya.

Sedangkan sisa lebih pembiayaan tahun berkenaan merupakan dana sisa dari pembiayaan yang telah tercatat pada APBD tahun berkenaan. Dalam penyusunannya di APBD jumlah sisa lebih pembiayaan tahun berkenaan harus berjumlah nol. Hal tersebut berarti dana pembiayaan harus bisa menutup dana defisit anggaran yang sesuai dengan pengeluaran sebenarnya. Namun, jika angka sisa lebih pembiayaan pada tahun berkenaan ternyata positif, hal tersebut berarti terdapat masih tersisa pembiayaan netto yang telah dikurangi dengan defisit anggaran yang ada.

Penggunaan Sisa Perhitungan Anggaran

Dana sisa perhitungan anggaran berbeda dengan pendapatan asli daerah yang merupakan pendapatan yang dihasilkan secara langsung oleh daerah. Misalnya saja dari pajak yang dibayarkan oleh masyarakat daerah. Sedangkan anggaran sisa perhitungan adalah dana lebih dari perhitungan anggaran yang sebelumnya telah dihitung. Sisa dari anggaran ini akan digunakan untuk beberapa hal.

Salah satu fungsi dari anggaran sisa perhitungan adalah untuk menutup anggaran defisit apabila ternyata perhitungan pendapatan lebih kecil dari pengeluaran belanja daerah. Dengan adanya dana sisa tersebut, defisit anggaran yang masih kurang dapat tertutupi. Dana sisa perhitungan juga bisa digunakan untuk membiayai acara yang akan dilaksanakan oleh daerah ketika membutuhkan anggaran belanja daerah. Kewajiban lain yang sampai akhir tahun belum terselesaikan juga dapat menggunakan SiLPA sesuai dengan kebutuhan.

Related posts: